RadarOnline.id, JAKARTA – Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas dari yang namanya bahan plastik dan styrofoa

m dalam aktivitasnya sehari-hari, dimana sampah plastik dan styrofoam telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini.

Sifat-sifat bahan plastic dan styrofoam inilah yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnya untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari-hari mulai dari kemasan makanan, alat-alat rumah tangga,

mainan anak, elektronik sampai dengan komponen otomotif.

Menurut data Dinas Keberihan dan Lingkungan Hidup bahwa volume sampah di DKI Jakarta mencapai 10.000 ton setiap hari. Besarnya volume sampah di DKI Jakarta, menjadi kesempatan besar bagi SMK Negeri 26 Jakarta untuk melakukan daur ulang menjadi suatu bahan yang sangat bermafaat bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan

ini, Ka SMK Negeri 26 Jakarta Purwosusilo, M.Pd mengatakan bahwa kita wajib mewariskan bumi pertiwi yang indah bagi generasi kedepan. Untuk itu warga SMK Negeri 26 Jakarta berkomitmen meminimalisir penggunaan kemasan botol, gelas dan sedotan plastic serta kemasan Styrofoam di lingkungan sekolah, karena sampah plastik dan styrofoam merupakan jenis sampah yang sangat susah terurai bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami, katanya kepada RadarOnline.id, Jumat (23/8).

Purwosusilo mengatakan bahwa kita tidak mungkin terbebas dari sampah tersebut, untuk itu SMK Negeri 26 Jakarta

berupaya mendaur ulang sampah plastik dan styrofoam menjadi bahan baku yang dapat dibuat menjadi bahan yang bermanfaat sejenis clay untuk karya seni seperti lukisan dan dibentuk menjadi batako dan konblok, jelas Purwosusilo.

“Saat ini proses daur ulang dilakukan secara manual, tetapi Purwosusilo meyakini apabila ada para pihak yang memfasilitasi dengan teknologi yang canggih maka hal ini dapat menjadi solusi penanganan sampah yang ada,” pintanya.

Pada kesempatan ini, Purwosusilo juga mengatakan bahwa daur ulang sampah plastik dan styrofoam yang dilakukan di SMK Negeri 26 Jakarta merupakan upaya mengurangi pencemaran bumi ini khususnya dari sa

mpah plastik dan styrofoam, bukan dari sisi seberapa efisien membuat batako dan konblok dari bahan sampah plastik dan styrofoam, jelasnya.

RANTO MANULLANG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *